FIV adalah lentivirus, yang berarti virus ini bergerak secara perlahan, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh kucing. Virus ini paling sering menyebar melalui transfusi darah atau luka gigitan yang dalam.
Untungnya, FIV tidak dapat menular ke manusia.
Artikel ini bertujuan untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman mengenai kucing positif FIV dan memberikan pemahaman yang lebih baik bagi mereka yang memiliki kucing.
Berlawanan dengan apa yang dipikirkan banyak orang, kucing yang positif FIV dapat hidup lama dan sehat jika dirawat dengan baik.
Oleh karena itu, fakta bahwa seekor kucing positif FIV seharusnya tidak menjadi alasan untuk mencegah memelihara mereka.
Mitos: FIV dapat menyebar melalui kontak biasa, seperti kucing berbagi makanan yang sama, atau kucing saling menjilati.
Fakta: FIV ditularkan terutama melalui luka gigitan yang dalam.
Kontak biasa tidak akan menyebarkan virus FIV, dalam kasus tertentu virus dapat ditularkan dari induk kucing ke anak kucingnya selama kelahiran atau saat mereka menyusui.
Mitos: Kucing yang terinfeksi FIV akan segera menunjukkan gejala.
Fakta: Kucing yang terinfeksi mungkin tampak normal selama bertahun-tahun.
Tes darah diperlukan untuk mengidentifikasi apakah kucing mengidap FIV. Hasil positif menunjukkan adanya antibodi.
Karena hasil yang salah mungkin saja terjadi, dokter hewan biasanya menyarankan untuk mengulangi tes dengan jenis yang berbeda.
Anak kucing yang berasal dari induk yang menyusui dengan FIV positif mungkin akan menunjukkan hasil positif untuk beberapa waktu, tetapi kemungkinan besar mereka tidak terinfeksi.
Disarankan untuk melakukan tes ulang setiap dua bulan hingga anak kucing berusia setengah tahun.
Kucing yang terkena FIV mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.
Ketika mereka mulai menunjukkan indikasi adanya virus, umumnya kualitas bulu mereka menjadi buruk, demam, radang gusi dan mulut, infeksi berulang, diare kronis, penurunan berat badan, dan berbagai jenis kanker dan kelainan darah.
Karena semua gejala ini dapat menjadi indikasi dari berbagai masalah kesehatan lainnya, maka sangat penting untuk berkonsultasi sama dengan dokter hewan.
Mitos: Kucing dengan penyakit FIV tidak bisa ditangani.
Fakta: Meskipun tidak ada obat untuk FIV, penyakit ini dapat ditangani.
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan FIV, tetapi penyakit ini dapat ditangani dengan cara memelihara kucing yang positif FIV di dalam rumah, memberikan makanan yang bergizi dan seimbang (makanan mentah tidak boleh diberikan karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah), dan memeriksakan kucing ke dokter hewan secara teratur setidaknya dua kali setahun.
Sangatlah penting untuk mengawasi kesehatan dan perilaku mereka dibandingkan dengan kucing lain yang tidak terkena virus.
Mitos: Kucing dengan FIV tidak hidup lama.
Fakta: Banyak kucing dengan FIV hidup dengan baik hingga remaja jika mendapat perawatan yang sesuai.
Meskipun ada vaksin yang diklaim dapat melindungi kucing dari FIV, namun bukti keberhasilannya masih sedikit, dan ada kemungkinan hewan tersebut mendapat sarkoma.
Selain itu, kucing yang telah divaksinasi akan selalu menunjukkan hasil tes positif terhadap FIV, yang berarti bahwa jika mereka jatuh sakit di kemudian hari, diagnosis akan selalu positif FIV.