Cara Merawat Kucing Senior

Kucing sekarang hidup lebih sehat dan lebih lama karena kemajuan dalam perawatan hewan, nutrisi yang lebih baik, dan kecenderungan memelihara kucing di dalam rumah.

Namun, sebagian besar kucing tidak mencapai usia 20 tahun. Pada usia 11 hingga 14 tahun, kucing dianggap sebagai kucing senior, dan 15 tahun atau lebih, mereka adalah kucing geriatri.

Jika kamu memiliki kucing yang lebih tua, tips berikut ini dapat membantu menjaga mereka tetap sehat dan bahagia.

Pemeriksaan kucing secara teratur

Berapa pun usia kucing, penting untuk memeriksakannya secara rutin.

Hingga usia 6 atau 7 tahun, dokter hewan biasanya merekomendasikan kunjungan tahunan, dan untuk kucing yang berusia lebih dari itu, kunjungan dua kali setahun disarankan.

Dalam artikel sebelumnya, saya telah membahas pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk kucing senior, serta apa saja yang perlu dilakukan dalam kunjungan tersebut.

Kebiasaan dan lingkungan

Kucing dari berbagai usia memiliki kebutuhan lingkungan yang berbeda. Kucing yang lebih tua mungkin mengalami penurunan kemampuan gerak karena kondisi umum osteoartritis.

Untuk memudahkan mereka, penting agar kotak kotorannya tidak terlalu tinggi agar mereka dapat masuk dan keluar. Selain itu, penting bagi mereka untuk dapat mencapai tempat tidur mereka tanpa kesulitan.

Jika mereka mengalami kesulitan untuk naik ke tempat tidur atau tempat istirahat lainnya, maka harus disediakan jalur landai atau anak tangga untuk membantu mereka mencapainya.

Perhatikan setiap perubahan kecil perilaku kucing, seperti peningkatan mengeong, masalah kencing atau poop, atau perubahan pada rutinitas sehari-hari.

Hal-hal tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah medis dan harus diperiksa oleh dokter hewan.

Makanan

Seiring bertambahnya usia kucing, mereka biasanya menjadi kurang berenergi dan mungkin mengalami masalah seperti bertambahnya berat badan.

Tidak disarankan untuk beralih ke “makanan senior” yang diiklankan sebagai makanan rendah kalori, tetapi mengandung karbohidrat yang tinggi. Jenis makanan ini tidak cocok untuk kucing, yang merupakan hewan karnivora.

Dalam artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang manajemen berat badan kucing senior dan menyebutkan bahwa tidak perlu mengubah makanan kucing karena usianya.

Tetap memberi makan kucing senior makanan bergizi yang terdiri dari makanan mentah atau makanan kaleng tanpa biji-bijian. Hanya perlu mengubah sedikit pada ukuran porsinya agar kucing tetap sehat di usia tua dan geriatri.

Kesehatan mulut

Sangat disarankan agar kucing mendapatkan pemeriksaan gigi dan mulut secara menyeluruh selama pemeriksaan dokter hewan dua kali setahun.

Seiring bertambahnya usia kucing, merawat kesehatan gigi mereka sangat penting untuk kesehatan mereka secara keseluruhan.

Tidak merawat gigi kucing, tidak hanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan menurunkan kualitas hidup mereka, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan pada organ vital seperti ginjal dan jantung.

Parasit

Dianjurkan untuk memeriksakan kotoran kucing secara teratur, tergantung pada lingkungan tempat tinggalnya (di dalam atau di luar ruangan).

Bicaralah dengan dokter hewan mengenai pencegahan parasit, meskipun perlu diingat bahwa banyak obat kutu dan caplak yang umum digunakan mengandung pestisida. Sebagai alternatif, carilah metode alami.

Vaksin

Bekerjasamalah dengan dokter hewan untuk mengevaluasi kemungkinan potensi bahaya dan memutuskan apakah vaksinasi tambahan diperlukan.

Akan lebih baik jika melakukan tes darah daripada memberikan vaksin untuk mengukur tingkat kekebalan tubuhnya. Jika ingin membaca lebih lengkap tentang vaksinasi kucing, klik tautan ini.

Memiliki kucing tua adalah sesuatu yang istimewa dan harus dihargai, dan dengan mengikuti kiat-kiat diatas, dapat memastikan bahwa kucing kesayangan kita merasa nyaman dan sehat seiring bertambahnya usia.

Leave a Comment