Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa kucing tidak kebal terhadap penyakit cacing hati.
Meskipun jumlah cacing pada kucing lebih sedikit dibandingkan anjing, dan cacing tidak dapat bertahan hidup lama, penyakit ini masih dianggap sebagai ancaman serius bagi kucing.
Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang signifikan dan, dalam beberapa kasus, bahkan menyebabkan kematian.
Penyebab cacing hati
Penyakit cacing jantung ditularkan ke kucing melalui gigitan nyamuk. Larva masuk ke dalam aliran darah dan bermigrasi ke paru-paru, di mana mereka akan menjadi cacing dewasa dalam waktu kurang lebih empat bulan.
Cacing muda dapat menyebabkan gejala, tetapi mereka harus mencapai usia dewasa sebelum dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang.
Untuk melindungi kucing dari parasit berbahaya ini, sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti pemberian obat cacing jantung setiap bulan.
Kucing yang terdampak cacing jantung
Meskipun kucing di luar rumah mungkin lebih rentan, kucing di dalam rumah pun tidak aman dari risiko terinfeksi.
Yang diperlukan hanyalah satu gigitan nyamuk! Penelitian telah mengindikasikan bahwa di tempat-tempat yang sering terjadi kasus, tingkat infeksi dapat mencapai 10-14%.
Tanda-tanda kucing terinfeksi cacing jantung
Jika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit, seperti muntah, kurang nafsu makan, batuk, atau kesulitan bernapas, bisa jadi hal itu disebabkan oleh cacing jantung.
Sayangnya, gejala-gejala ini sering kali mirip dengan penyakit lain, jadi penting untuk segera mendiagnosa ke dokter hewan.
Dalam beberapa kasus, gejalanya bisa sangat akut sehingga kucing dapat mati dengan cepat jika tidak mendapatkan diagnosis dan pengobatan tepat waktu.
Cara mendiagnosa cacing hati
Pemeriksaan fisik tidak dapat memastikan adanya cacing hati, diperlukan diagnosis lebih lanjut seperti rontgen, ekokardiogram, dan tes darah.
Mendiagnosis penyakit cacing jantung pada kucing lebih sulit dibandingkan pada anjing. Meskipun hasil diagnosis negatif, kemungkinan terdapat cacing jantung masih ada.
Menangani penyakit cacing hati
Saat ini, tidak ada obat yang tersedia secara khusus untuk mengobati penyakit cacing jantung pada kucing.
Namun, kucing yang tidak menunjukkan tanda-tanda klinis apa pun sering kali dapat dipantau secara berkala. Jika dokter hewan merekomendasikannya, rontgen dapat dilakukan setiap 6-12 bulan untuk memantau situasi.
Untuk kucing yang menunjukkan adanya bukti penyakit pada paru-paru atau pembuluh darah, pengobatan biasanya berfokus pada perawatan umum, seperti mengurangi dosis prednison (steroid) secara bertahap.
Pada kasus yang parah, kucing mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut, termasuk cairan intravena, terapi oksigen, antibiotik, dan obat kardiovaskular, serta pembatasan aktivitas dengan mengurungnya di dalam kandang.
Mencegah penyakit cacing jantung
Setidaknya ada tiga produk yang dapat mencegah cacing jantung dan disetujui untuk digunakan pada kucing:
- Heartguard untuk Kucing (Merial),
- Revolution (Pfizer), dan
- Advantage Multi untuk Kucing (Bayer).
Semua produk ini memiliki efek samping masing-masing, jadi penting untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter hewan sebelum memutuskan produk mana yang sebaiknya digunakan.
Selain itu, disarankan agar kucing dites antibodi dan antigennya sebelum mulai menggunakan produk pencegahan ini. Obat pencegah cacing jantung untuk anjing dan kucing berbeda, jadi jangan pernah mencampurkannya.
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat membantu kucing lebih terlindungi dari parasit. Makanan yang bergizi merupakan dasar bagi sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Pertimbangkan untuk memberi kucing makanan kalengan atau makanan mentah yang sesuai dengan spesiesnya (dan bebas biji-bijian) untuk membantu mengurangi risiko cacing jantung dan parasit lainnya.