Ada banyak pilihan makanan kering atau kibble bagi kucing. Jika kita pergi ke toko hewan akan ada banyak merk makanan kering disana.
Selama beberapa tahun terakhir, kibble telah menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pemilik kucing.
Lagi pula, pada kemasannya tertulis bahwa makanan ini “bernutrisi lengkap dan seimbang” dan mudah diberikan, serta banyak kucing yang menyukainya.
Fakta kucing dan makanan kering
Sayangnya, makanan kucing kering, bahkan merek-merek ternama dengan harga tinggi yang direkomendasikan oleh dokter hewan pun sebenarnya tidak banyak memberi manfaat untuk kucing.
Makanan kucing bisa disamakan dengan junk food atau makanan cepat saji yang tidak baik dikonsumsi manusia secara berlebih.
Kucing adalah hewan karnivora (wajib)
Obligate carnivore artinya kucing membutuhkan daging untuk tetap hidup.
Tidak seperti manusia dan anjing, kucing tidak memiliki enzim yang memungkinkan mereka memproses protein nabati, yang berarti biji-bijian dan sayuran saja tidak dapat memberikan nutrisi yang mereka butuhkan.
Selain itu, kucing tidak boleh diberi makanan yang tinggi karbohidrat, karena mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit radang usus.
Membebaskan kucing untuk makan menyebabkan obesitas
Daripada memberi makanan kering sepanjang hari kepada kucing yang bisa menyebabkan obesitas, akan lebih bermanfaat jika memberi makan kucing 2-3 kali porsi kecil dalam sehari.
Hal ini merupakan representasi dari perilaku alami berburu, selain itu kuran porsi yang terkontrol ini akan membantu menjaga berat badan kucing.
Makanan kering menyebabkan masalah saluran kemih
Kucing yang hanya diberi makan makanan kering berisiko lebih besar mengalami masalah saluran kemih karena kurangnya asupan air yang cukup – dehidrasi.
Meskipun kucing minum air dengan jumlah yang banyak, seringnya masih belum cukup bagi tubuh mereka. Hal ini menyebabkan kondisi dehidrasi kronis yang kemudian dapat menyebabkan masalah kandung kemih dan ginjal.
Makanan kering bisa membuat diabetes
Kandungan karbohidrat yang tinggi pada makanan kering dapat menyebabkan lonjakan kadar gula yang tidak sehat dalam aliran darah kucing, yang mengakibatkan ketidakseimbangan metabolisme alaminya.
Ketidakseimbangan tersebut dapat berakibat serius, dalam beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan diabetes.
Makanan kering tidak membersihkan gigi
Ada kesalahpahaman umum bahwa makanan kering baik untuk kebersihan gigi kucing, tetapi ini adalah mitos yang akan sulit hilang.
Sebagian besar kucing tidak mengunyah kibble mereka cukup lama untuk mendapatkan efek pengikisan, dan potongan apa pun yang mereka kunyah biasanya akan hancur.
Meskipun produsen makanan hewan membuat kibble dengan ukuran yang lebih besar agar dikunyah, banyak kucing yang menelan potongan-potongan ini secara utuh.
Selain itu, makanan kering meninggalkan sisa karbohidrat di dalam mulut kucing yang justru merangsang pertumbuhan karang gigi dan plak.
Beralih ke makanan basah
Hal terbak yang dapat dilakukan untuk kesehatan kucing adalah beralih dari makanan kering ke makanan basah.
Makanan ini terdiri atas makanan berbahan dasar daging, makanan buatan sendiri, atau makanan kalengan yang sesuai dengan kebutuhan karnivora.
Beberapa kucing mungkin sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan makan kibble, mirip manusia kecanduan makanan cepat saji.
Hal ini disebabkan oleh rasa kuat yang ditambahkan ke dalam kibble selama proses produksi, seperti “digest” (produk sampingan dari pemrosesan daging tanpa nilai gizi).
Untuk membantu kucing bertransisi ke pola makan yang lebih sehat, penting untuk melakukannya secara bertahap dan jangan pernah membiarkan mereka tidak makan lebih dari 24 jam.