Makan biasanya merupakan sumber kesenangan bagi sebagian besar hewan peliharaan, jadi ketika mereka menunjukkan kurangnya nafsu makan, pemilik hewan peliharaan harus khawatir.
Julie Andrus dari Holistic Pet Info meneliti implikasi yang mungkin terjadi akibat penurunan nafsu makan.
Perubahan lingkungan tempat tinggal atau perkenalan dengan anggota keluarga baru dapat menjadi saat yang menegangkan bagi hewan peliharaan, dan mereka mungkin akan kehilangan nafsu makan.
Hal ini biasanya hanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan sedikit kesabaran serta memberikan cinta dan perhatian ekstra kepada mereka.
Jika hewan peliharaanmu berhenti makan selama lebih dari 24 jam tanpa alasan yang jelas, maka sebaiknya membawanya ke dokter hewan.
Penurunan nafsu makan yang terjadi secara tiba-tiba atau terus menerus selama beberapa hari dapat menjadi tanda berbagai masalah kesehatan, seperti:
Digestive Disorders – Penyumbatan sebagian saluran pencernaan, yang mungkin disebabkan oleh benda asing atau tumor, dapat menyulitkan hewan peliharaan kamu untuk menelan dan dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.
Selain itu, parasit, bisul, infeksi bakteri, dan bahkan alergi makanan dapat menyebabkan radang saluran pencernaan, yang mengakibatkan air liur berlebihan, diare, dan muntah.
Pancreatitis – Pankreatitis adalah suatu kondisi di mana pankreas secara keliru melepaskan cairan pencernaannya ke dalam dirinya sendiri dan organ serta jaringan di sekitarnya, yang mengakibatkan peradangan dan rasa sakit.
Hal ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan menyebabkan muntah dan kelelahan. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan komplikasi lebih lanjut.
Kidney Disease – Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun akan menumpuk di dalam aliran darah, yang menyebabkan timbulnya bisul di mulut dan perut.
Kucing mungkin kehilangan nafsu makan karena bisul ini, tetapi pada saat yang sama mungkin minum dan buang air kecil lebih sering. Gejala lain dari penyakit ginjal termasuk muntah dan kekurangan energi secara umum.
Dental Disease – Kurangnya nafsu makan pada hewan peliharaan mungkin disebabkan oleh sakit mulut yang disebabkan oleh masalah gigi seperti abses, kerusakan gigi, atau penyakit gusi.
Kondisi-kondisi ini dapat menjadi penghalang utama untuk makan, bahkan untuk hewan yang paling rakus sekalipun.
Jika kucing tidak makan seperti biasanya, mungkin karena mereka tidak menyukai jenis makanan baru, atau bisa juga merupakan pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Jika terdapat gejala lain seperti kesulitan bernapas, muntah, lesu, mengeluarkan air liur, atau kehausan yang berlebihan, bawalah ke dokter hewan.
Pemeriksaan, rontgen, tes feses, dan/atau tes darah dapat digunakan untuk menentukan apa yang salah dan membuat rencana perawatan.
Intervensi dini dapat mengarah pada pandangan yang lebih positif untuk pemulihan dan mengurangi rasa sakit bagi hewan kesayangan kamu.