Kita melihat peningkatan penyakit diabetes yang mengkhawatirkan pada manusia dan kucing. Kejadian diabetes pada kucing telah meningkat secara signifikan dalam 10 tahun terakhir, dengan 1 dari setiap 50 kucing terkena diabetes.
Sangatlah penting untuk diperhatikan bahwa kucing yang kelebihan berat badan sangat rentan terhadap penyakit ini.
Apa itu diabetes?
Kurangnya produksi insulin oleh pankreas, atau ketidakmampuan sel untuk merespons insulin secara efektif, dapat menyebabkan diabetes.
Tanpa insulin, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa, sehingga mengakibatkan kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal (hiperglikemia).
Kucing diabetes harus mengeluarkan glukosa ekstra melalui ginjalnya, sehingga mereka harus lebih sering ke kamar mandi. Untuk mengganti cairan ekstra yang hilang, kucing mungkin akan minum lebih banyak air.
Terdapat tiga jenis diabetes kucing, masing-masing dengan karakteristik uniknya sendiri.
Kucing dengan diabetes tipe I memerlukan suntikan insulin setiap hari karena pankreas mereka tidak memproduksi cukup insulin.
Diabetes tipe II adalah jenis yang paling umum, dan meskipun beberapa kucing mungkin memerlukan insulin, kucing lainnya dapat mengontrol kadar glukosa darah mereka dengan perubahan pola makan dan obat-obatan oral.
Terakhir, diabetes tipe III adalah tipe sementara, di mana kucing pada awalnya akan membutuhkan insulin, tetapi sistem mereka pada akhirnya akan mengatur kembali dan memungkinkan mereka untuk menghentikan suntikan.
Gejala
Diabetes dapat menyerang kucing dari segala usia, tetapi paling sering terlihat pada kucing yang berusia lanjut atau kucing dengan kelebihan berat badan.
Jika kamu memiliki kucing, perhatikan empat gejala umum berikut ini:
- peningkatan nafsu makan,
- penurunan berat badan yang tidak direncanakan,
- sering buang air kecil,
- dan rasa haus yang berlebihan.
Diagnosa
Pemeriksaan fisik yang komprehensif dan pengujian laboratorium terhadap darah dan urin dapat membantu mengidentifikasi diabetes pada kucing.
Jika kadar glukosa pada kucing lebih tinggi dari normal, tes fruktosamin dapat dilakukan untuk mengetahui kontrol glukosa rata-rata selama beberapa minggu terakhir.
Hal ini dapat memberikan lebih banyak wawasan tentang situasi yang terjadi.
Perawatan
Pendekatan yang paling umum untuk mengobati diabetes adalah dengan menggunakan diet, insulin, atau obat glukosa oral untuk membantu menjaga kadar glukosa darah dalam kisaran normal.
Modifikasi pola makan sering kali merupakan langkah pertama dalam pengelolaan diabetes. Makan secara teratur dan menghindari makanan manis dapat membantu mengendalikan kadar glukosa darah.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan sangat penting bagi tubuh untuk memproses glukosa. Insulin dapat dikonsumsi dalam bentuk suntikan, atau dapat disalurkan melalui pompa insulin.
Obat glukosa oral, seperti metformin, juga dapat digunakan untuk membantu mengendalikan diabetes. Obat-obatan ini meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membantu memperbaiki kadar glukosa darah.
Penyebab diabetes kucing
Meskipun penyebab pasti penyakit ini pada kucing masih belum diketahui secara pasti, obesitas dan pola makan yang buruk dianggap sebagai faktor penyebab utama.
Penyebab potensial lainnya mungkin termasuk pankreatitis kronis, penyakit hormonal seperti hipertiroidisme, dan obat-obatan tertentu seperti steroid.
Hubungan antara diet dan diabetes
Bukti-bukti menunjukkan bahwa diabetes pada kucing dapat dicegah dengan menghindari makanan tinggi karbohidrat, yang umumnya ditemukan dalam makanan hewan peliharaan komersial, terutama makanan kering.
Makanan olahan yang tinggi karbohidrat ini setara dengan mengonsumsi sereal sarapan yang manis, dan dapat menjadi faktor utama meningkatnya jumlah kucing yang menderita diabetes.
Makanan terbaik bagi kucing untuk menghindari diabetes adalah makanan yang tinggi protein berbasis daging, dan tanpa biji-bijian atau karbohidrat, baik yang mentah maupun kalengan.
Terdapat beragam pendapat di antara dokter hewan mengenai diet terbaik untuk kucing diabetes, dengan beberapa dokter hewan tradisional yang masih menganjurkan diet tinggi serat dan semakin banyak dokter hewan saat ini yang beralih dari diet tersebut.
Meskipun tidak ada obat untuk diabetes pada kucing, namun dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan menjaga berat badan yang tepat, beberapa kucing dapat terhindar dari kebutuhan akan insulin.
Dalam kasus-kasus di mana diabetes disebabkan oleh pola makan yang buruk atau obesitas, manajemen berat badan sering kali dapat menyebabkan perbaikan yang signifikan pada kondisi tersebut, atau bahkan mengatasinya sama sekali.